• Minggu, 29 Mei 2022

Tersangka Tabrakan Beruntun Truk Tangki Kimia Lebih Dari Satu Orang

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 20:00 WIB
Instagram @indukpjrserang
Instagram @indukpjrserang
PojokDurasi - Polda Banten memperkirakan tersangka tabrakan beruntun yang melibatkan truk tangki kimia, bus dan city car, lebih dari satu orang. Guna memastikan siapa yang paling bertanggung jawab atas tragedi itu, Polda Banten terlebih dahulu menyelesaikan penyidikkan yang masih berjalan. 
 
"Tidak hanya satu tersangka, bisa lebih, nanti kami akan sampaikan selesai penyidikkan. Nanti kami sampaikan informasi lebihnya," kata Wadirlantas Polda Banten, AKBP Alfaris Pattiwael, Kamis  (21/10/2021).
 
 
Menurutnya, ada beberapa syarat dalam penentuan tersangka dalam kecelakaan lalulintas beberapa hari itu, seperti adanya kelalaian, tidak hati-hati hingga tidak memperhatikan. Nantinya seluruh unsur itu akan dikaji dan dipadukan dengan temuan di lapangan maupun pemeriksaan para saksi.
 
Seluruh pihak yang dianggap bertanggung jawab dan korban yang mengetahui kecelakaan truk tangki kimia, akan dimintai keterangannya oleh polisi.
 
"Seluruh unsur ini yang akan kami dalami. Efek domino paling berat yang mana," terangnya.
 
Dinas perhubungan, perusahaan pemilik truk tangki zat kimia hingga pengelola tol Tangerang-Merak akan dimintai keterangannya. Kemudian hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sudah dilakukan Korlantas Polri, akan dipadukan dengan keterangan para saksi.
 
 
"Namun nanti kita akan komparasi dengan hasil penyelidikan di lapangan, maupun dinas perhubungan dan manajemen zat kimia berbahaya tadi. Kami masih melakukan pendalaman, sampai nanti kami akan menentukan tersangka," jelasnya.
 
Hasil olah TKP yang dilakukan Korlantas Mabes Polri pada Senin, 18 Oktober 2021, menemukan fakta dilapangan, yakni jalananan bergelombang atau tidak rata, yang diduga menjadi pemicu pecah ban dan menyebabkan tabrakan beruntun di tol Tangerang-Merak, tepatnya di KM 74.900, pada Minggu, 17 Oktober 2021 sekitar pukul 21.50 wib.
 
Akibat tabrakan beruntun itu, 28 korban luka-luka dan satu orang meninggal dunia. Para korban dibawa ke RS Sari Asih dan RSUD Serang.
 
 
"Memang awalnya diduga pecah ban, namun kita akan cari tahu kira-kira penyebab pecah bannya seperti apa. Untuk titiknya, sebelum titik (kecelakaan) memang benar ada gelombang jalan. Maka itu kita masih lakukan penyelidikan," kata AKBP Tri Yulianto, Kasi Sidik Laka Dit Gakkum Korlantas Polri, di kantor MMS Ciujung, Kabupaten Serang, Banten, Senin (18/10/2021).

Editor: Yandhi Deslatama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sat Resnarkoba Polres Serang Kota Tangkap Pemilik Sabu

Minggu, 31 Oktober 2021 | 12:00 WIB

Kakek Di Banten Rudapaksa Anak Dibawah Umur

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Paman Rudapaksa Ponakan Sendiri

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:00 WIB

Gagal Rebut Pempers, Pelaku Pecah Kaca Di Amuk Massa

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:30 WIB

Brigadir NP Di Tahan Polda Banten

Jumat, 15 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Medsos Dibuat Keren Untuk Menarik Pembeli Narkoba

Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:00 WIB

Penjara Menanti Pelaku Money Politik Saat Pilkades

Rabu, 13 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Industri Narkoba Rumahan Di Grebek Polisi

Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:15 WIB

Jenazah Petugas Tiket Pantai Anyer Di Autopsi

Senin, 11 Oktober 2021 | 11:30 WIB

Gudang Miras Dibongkar Polisi

Rabu, 6 Oktober 2021 | 18:00 WIB
X